Bus Hantu

       



  Suatu pagi yang cerah, aku dan ayahku pergi liburan ke pantai naik bus untuk menghadiri acara akrab sekolah. Anak-anak yang lain pun juga mengikutinya, bahkan mereka sudah naik bus lebih pagi daripada aku.

Untungnya aku dan ayahku tidur cepat semalam, so kami tidak terlambat. Segalanya sudah siap, bekal yang lezat dari mama, pakaian renang dan keperluan yang lain juga sudah didalam tas.

Aku dan ayahku siap meluncur, kami pun pamit kepada Mama dan pergi keluar.

Jam menunjukkan pukul 6.30 pagi, aku dan ayahku pergi menaiki bus yang sudah menunggu di luar. Aku senang sekali karena ini pengalaman pertamaku masuk ke sekolah baru, bertemu orang-orang baru, dengan acara yang luar biasa ini.

Ayah menaruh tasku dan tasnya di bagasi yang tersedia. Ayahku duduk paling depan dan aku duduk di belakang. Aku melewati anak-anak lain yang belum kukenal. Hanya satu sahabatku yaitu Dewi. 

Aku mencari sahabatku Dewi dan aku menemukannya duduk bersandar dibelakang dengan pandangan menghadap jendela menikmati pemandangan.

"Hai Dewi" sahutku, Dewi tak berpaling sama sekali,  sungguh jarang Dewi tak acuh, aku berpikir positif, ya mungkin saja dia baru bangun, wajar agak lemas.

Tak terasa bus sudah melaju meninggalkan desa Al Vegas di mana aku tinggal, desa yang tidak ramai dan berembun setiap harinya. Meskipun sepi, aku senang berada di sana, disamping udaranya segar, juga ada taman bermain yang cukup lengkap untuk ukuran desa yang kecil.

Setelah beberapa menit berjalan, seseorang berbadan besar menuju ke belakang, ya siapa lagi kalau bukan ayahku. Ia berjalan melewati anak-anak dengan membawa banyak camilan.

"Hai nak, apakah kamu mau makan camilan ini" kata ayahku.  aku mengambilnya dan berterima kasih kepada ayah, lalu dia kembali ke depan. 

"Dew ini cemilan biar nggak ngantuk" ajakanku kepada Dewi. Dew, nih makan aja ini punya aku,, ini enak loh kentang goreng rasa ayam bakar buatan mamaku" namun Dewi tetap termenung menghadap jendela tanpa membalas satu kata pun.

Aku tetap berpikir positif, maklum aku dan orang tuaku baru pindah di desa Al Vegas  seminggu yang lalu. Pasti belum bisa akrab dengan yang lain.

Tidak terasa sudah satu jam perjalanan, aku sudah mulai menguap. Aku pun memutuskan untuk tidur. "Dewi !! aku tidur dulu ya, nanti kalau sampai bangunin,,oke.." pesanku. 

Namun seperti biasa Dewi tidak menghiraukanku. Tapi aku tidak peduli, lagipula, tidak ada yang bisa ku ajak bicara. So, aku langsung memejamkan mata.

Ketika mataku baru saja sayup. Tiba-tiba seorang anak berdiri. Dia berjalan ke depan menuju sopir bus dan menepuk bahunya. Bus pun mengurangi kecepatan dan berhenti di sebuah rest area.

 Anak itu turun, namun tidak berbicara apapun. Aku heran menatapnya, karena tidak ada sepatah katapun yang keluar darinya. Namun aku lagi-lagi tidak mengurusinya.

Aku melanjutkan tidurku, hingga aku terbangun dan melihat jam tanganku yang sudah menunjukkan pukul 9.00 pagi. Kendati demikian, bus belum juga jalan,, ada apa..? Pikirku

Sudah hampir 60 menit dan anak itu belum juga kembali. Saya melihat ke depan, ke samping, kepada semua anak-anak dan sopir bus, namun mereka hanya menatap kedepan dengan tatapan kosong, tanpa ada sedikitpun yang mengkhawatirkan anak tadi. 

So, akupun berjalan menuju ayahku yang tertidur pulas. "Ayah bangun ayo kita pipis sebentar" ucapku sembari menjelaskan kejadian pagi ini.

"Hah?! Anak itu belum kembali..? Kalo gitu ayo kita jemput" balas ayah sembari kaget terbangun. Aku dan ayahku turun, izin kepada sopir bus, eh.. lagi-lagi tidak merespon ku sama seperti Dewi dan anak-anak lain.

aku semakin bingung tapi ya sudahlah.  mungkin sampai di pantai, kita bisa akrab, pikirku.

Aku dan ayahku meninggalkan bus menuju rest area untuk pipis sebentar, sembari mengulang cerita kepada ayah tentang anak yang keluar tadi, siapa tahu terjadi sesuatu sehingga sangat membutuhkan pertolongan kita.

Setelah pipis, kami bingung, kami tidak melihat anak di toilet itu sama sekali. Mungkin saja sudah naik bus, so kamipun kembali ke bus, namun anak itu belum juga kembali.

Aku dan ayakhu khawatir, kami turun lagi untuk mencari ke arah kantin, mungkin dia jajan dan ketiduran, pikirku mustahil

"Cu.. apa kamu mencari anak laki-laki gemuk yang keluar dari bus?" Tegur nenek yang entah darimana datangnya

"Iya nek, nenek lihat?..tadi dia keluar untuk pipis ,,tapi sudah sejam lebih gak kembali" jawab ayah

"I..i..ya nek,, kami tidak melihatnya sama sekali,,, samaaaa sekali..." Ulangku dengan raut wajah yang bingung..

"Aku melihatnya!" Jawab nenek dengan santai,,

" Tadi anak itu membeli jajananku, jika kamu mau bertemu dia, ambil tasmu dan ikuti aku" kata nenek dengan kulit keriput bak lelehan lilin di pagi hari.

"Ayo cepat!!" Ulang nenek.

Spontan Aku dan ayahku mengambil tas dari bagasi bus dan lagi-lagi tidak ada yang peduli dengan kami.

"Cepat,, aku akan beritahu kamu dimana anak itu berada dan suatu rahasia" teriak nenek.

Aku dan ayahku kaget, bukan karena penasaran dengan informasi nenek, tapi kepada sopir dan penumpang bus yang barusan menoleh ke arah nenek seolah-olah merespon kata-kata dari nenek.

Aku takut sekali.. karena mereka menatap nenek dengan wajah yang creepy,,, aku dan ayah ku mempercepat langkah kami keluar dari bus, sekarang giliran kami yang tidak peduli dengan mereka.

Saat kami berjalan bertiga menjauhi bus, tiba-tiba, anak itu....

Baca Part II, Selendang Hitam Nenek







Comments

Popular posts from this blog

Bus hantu (part 3)Senyum lebar bertaring

TATA CARA SHOLAT TARAWIH DIRUMAH

Mengenal Budaya Lokal