TATA CARA SHOLAT TARAWIH DIRUMAH
Sholat itu boleh di langgar, alias surau, nama lain dari rumah tempat ibadah muslim/ musholla😝, dimasjid, di sekolah, dirumah ataupun lembaga lainnya.
Saat ini muslim di dunia sedang menyambut kedatangan bulan suci ramadhan. Khususnya di Indonesia juga demikian. Sholat sunnah tarawih ini dianjurkan berjamaah, karena memiliki keutamaan yang besar.
Hanya saja, selama Pandemi Corona (Covid-19),masjid dan musholla banyak ditutup demi memutus mata rantai dari penyebaran virus ini. Dan ini diperbolehkan karena termasuk uzur (halangan, yang menyebabkan orang tidak dapat pergi, keluar dsb)/darurat.
Terlebih lagi Kepala Kementrian Agama Indonesia, Fachrul Razi menerbitkan Surat Edaran terkait Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawwal 1441H ditengah Pandemi Wabah Corona.
Ya, salah satu poin dari Surat Edaran nomor 6 tahun 2020 itu adalah, sholat sunnah tarawih di anjurkan dirumah bersama keluarga inti. Ini semua dilakukan untuk menghindari resiko tertular virus corona, tapi tetap bisa menjalankann syariatnya.
Nah bagaimana cara mengerjakan sholat sunnah tarawih dirumah...
Berikut tata cara sholat sunnah tarawih dirumah:
1. Berwudhu seperti biasa hendak sholat, sehingga bersih dan suci. Usahakan tidak hanya tubuh yang suci, tapi pakaian dan tempat sholat juga suci.
2. Boleh dilakukan berjamaah/bersama, individual pun tak apa.
3. Bagi yang mengerjakan solat tarawih sendiri, membaca niat:
اُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءًا ِللهِ تَعَالَى
Ushollii sunnatat taraawiih rok'atayni mustaqbilal qiblatii adaa an lillaahi ta'aalaa
Artinya: Sengaja saya sholat sunnah tarawih dua roka'at menghadap qiblat sendirian karena Allah Ta'aalaa
Jika berjamaah dirumah dan menjadi makmum, niatnya:
اُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
Ushollii Sunnatat taraawiih rok'atayni mustaqbilal qiblati ma'muuman lillaahi ta'aalaa
Artinya: Sengaja saya sholat sunnah tarawih dua roka'at menghadap qiblat sebagai makmum karena Allah Ta'aalaa
Jika berjamaah dirumah dan menjadi imam, niatnya:
اُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اِمَامًا ِللهِ تَعَالَى
Ushollii sunnatat taraawiih rok'atayni mustaqbilal qiblatii imaaman lillaahi ta'aalaa
Artinya: Sengaja saya niat sholat sunnah tarawih dua roka'at menhadap qiblat sebagai imam karena Allah Ta'aalaa
Nb: Lafadz niat dilafalkan dengan lisan dan ketika takbir, arti niat dibaca dalam hati.
4. Mengucapkan Takbiratul Ihram (mengangkat tangan) sambil membaca niat sholat di dalam hati
5. Membaca Ta'awudz, lalu basmalah, Surah Al-Fatihah kemudian surah pendek dalam Al-Qur'an, boleh memilih surah panjang dalam Al-Qur'an
6. Rukuk
7. I'tidaal
8. Sujud
9. Duduk diantara dua sujud (iftirasy)
10. Sujud kedua
11. Bangkit dari sujud dengan posisi duduk sebentar lalu berdiri roka'at kedua
12. Mengerjakan roka'at kedua seperti roka'at pertama
13. Setelah sujud kedua di roka'at kedua, duduk membaca Tasyahud Akhir
14. Salam
Sholat sunnah tarawih dikerjakan maksimal (paling banyak) 20 roka'at dan minimal (paling sedikit) 2 roka'at.
Sebelum pandemi corona, masyarakat biasa mengerjakan sholat sunnah tarawih berjamaah sebanyak 11 roka'at (8 roka'at shlat tarawih plus 3 roka'at sholat witir) dan 23 Roka'at (20 roka'at sholat tarawih dan 3 roka'at sholat witir).
Sholat sunnah tarawih ini dikerjakan pada malam hari, yang artinya juga mengikuti kaidah sholat sunnah pada malam hari, yaitu setiap dua roka'at, salam.
Namun ada juga yang empat roka'at salam, enam roka'at salam dan delapan roka'at salam. Lebih dari itu makruh.
Ulama memiliki perbedaan pendapat:
1. Al-Iraqi dalam kitabnya Tharhu at Tatsrib menukil pendapat Abu Hanifah,
و قا ل ابو حنيفة الا فضل ان يصلي اربعا اربعا وان شاء
ركعتين وان شاء ست وان شاء ثمانيا وتكره الزيادة على ذالك
Artinya: Abu Hanifah mengatakan, afdhalnya sholat 4 roka'at salam- 4 roka'at salam. Jika dia mau, boleh 2 roka'at salam, jka dia mau, boleh enam roka'at salam, jika dia mau, boleh 8 roka'at salam. Dan lebih dari itu makruh. (Tharhuh at Tatsrib 3/74).
2. Ini merupakan pendapat jumhur 'ulama Imam malik, Imam Syafi'i, Imam Ahmad, Abu Yusuf, Muhammad bin Hasan dan lainnya, 2 roka'at salam 2 roka'at salam. Ibnu Syaibah juga menyebutkan Abu Hurairah rodhiyallahu 'anhu, Hasan al Bashri, Said bin Jubair dan Ikrimah (mantan budak dari Ibnu Abbas, Salim putra Ibnu Umar, Muhammad bin Sirin, Ibrahim an Nakhai dan yang lainnya.
Sayyidah 'Aaisyah rodhiyallahu 'anhaa mengatakan,
كان النبي صلى الله عليه و سلم يصلي ان يفرغ من صلاة العشاء
إلى الفجر احدى عشرة ركعة يسلم في كل اثنتين ويوتر بواحدة
ِArtinya: Nabi Muhammad SAW sholat 11 roka'at antara isya sampai subuh. Beliau salam setiap 2 roka'at dan melakukan witir dengan 1 raka'at. (HR. Ahmad 25105, Nasai 693, Ibnu Majah 1420 dan dishahihkan oleh Syuaib al Arnauth).
Begitu pula sholat sunnah tarawih 20 roka'at, salah satunya dalam riwayat Ibnu Syaibah dalam mushonnafnya, (2/163)
حدثنا وكيع عن مالك بن انس عن يحيى بن سعيد ان عمر بن
الخطاب امر رجلا يصلي بهم عشرون ركعة
Artinya: Telah menceritakan kepada kami Waqi' dari Malik bin Anas, dari Yahya bin Sa'id bahwasannya sayiidina 'Umar bin Khattab pernah memerintah seseorang sholat bersama mereka sebanyak 20 roka'at.
Yahya bin Sa'id adalah seorang Tabi'in. Sehingga riwayat ini termasuk mursal (artinya tabi'in berkata langsung dari nabi sollallahu 'alaihi wasallam tanpa menyebut sahabat).
Penjelasan di atas menunjukkan bahwa perbuatan sahabat di zaman 'umar bin khottob bervariasi. Kadang mereka mengerjakan 11 roka'at, kadang pula -berdasarkan riwayat yang shahih- mengerjakan 23 roka'at. Lalu bagaimana menyikapi riwayat semacam ini?
Jawabannya, tidak masalah dalam menyikapi dua riwayat tersebut. Bisa dikatakan, kadang mereka mengerjakan 11 roka'at, dan kadangkala mengerjakan 23 roka'at dilihat dari kondisi mereka masing-masing.
Wallahu A'lam bisshowaab.
sumber:
konsultasisyariah.com/hukum tarawih/ust.amminurbaitz
islam.nu.or.id/tatacarasolattarawihsendiri
rumaysho.com/dalilpendukungsholattarawih23roka'at

Comments
Post a Comment